problem

Indonesia kini mulai kurus menghadapi wabah penyakit yang sedang melandanya, berbagai sektor penting terkena imbasnya, perekonomian sebagai sektor paling urgen dalam setiap prilaku kehidupan sosial mungkin sangat kurus terkena dampaknya.

Lantas bagaiman menyikapi masalah yang tak tau kapan selesainya ini. Maka dalam hal ini pemerintah harus tetap semangat menjaga bangsa ini selaku pemangkunya, bisa memberikan alternatif paling mujarab untuk mengatasinya, agar kesejahteraan dan perekonomian tetap stabil dan makin terkendali.

Namun sebelum mereka melangkah lebih jauh lagi, perlu kita ketahui bersama bahwa Islam telah memberi tolak ukur universal demi tercapainya kesejahteraan bersama, dan tentu sangat efektif untuk menjadi tamengnya, sehingga bisa kita terapkan dalam kehidupan bersosial di bumi Indonesia. Maqhosid As-Syar’iah (Tujuan-tujuan syariat) adalah sebagai tolak ukur tersebut, menjadi bahan konkret untuk memperkuat sistem ekonomi dan membangun kesejahteraan yang bersifat universal.

Mempertegas apa tujuan syariat tersebut, menurut al Ghazali (w.505/1111). “Tujuan dari syari’ah adalah meningkatkan kesejahteraan seluruh manusia, yang terletak pada perlindungan keimanan(dien) mereka, manusia(nafs), akal mereka (aql), keturunan mereka(nasl), dan kekayaan meteka(maal).

Apa yang al Ghozali maksud dengan kata”kesejahteraan” dalam pandangan al Ghazali di atas, tentu saja bersifat umum dan universal yang meliputi lahir dan batin, material dan spritual, dunia dan akhirat.

Sehingga ketika pandangan ini bisa terpenuhi secara sempurna, maka lambat laun sistem ekonomi akan stabil, kesejahteraan bisa kita rasakan dalam berbagai lapisan dan masalah ketimpangan sosial akan semakin mudah teratasi.

Khoirul Anam/ FOSDA.COM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *